Mei 01, 2013

Minyak Bumi




Minyak Bumi


     1.    Pengetian Minyak Bumi
Minyak bumi merupakan energi yang tak terbarukan. Beberapa teori menyatakan bahwa minyak bumi berasal dari Mikroorganisme yang mengalami perubahan komposisi dan struktur karena proses biokimia dibawah pengaruh tekanan dan suhu tertentu dalam rentang waktu yang sangat panjang sehingga butuh waktu yang lama untuk bisa terbentuk kembali. Sementara itu tingginya tingkat ketergantungan masyarakat dunia pada minyak bumi, mendorong eksplorasi yang besar-besaran sehingga menyebabkan cepat habisnya cadangan minyak bumi.
Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, bahasa Latin: petrus – karang dan oleum – minyak), adalah cairan kental, berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak Bumi
terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.
Minyak bumi telah digunakan oleh manusia sejak zaman kuno. Minyak bumi menjadi bahan bakar utama setelah ditemukannya mesin pembakaran, semakin majunya penerbangan komersial, dan meningkatnya penggunaan plastik.
Sumur minyak komersial pertama di dunia yang digali terletak di Polandia pada tahun 1853. Pengeboran minyak kemudian berkembang sangat cepat di banyak belahan dunia lainnya, terutama saat Kerajaan Rusia berkuasa. Perusahaan Branobel yang berpusat di Azerbaijan menguasai produksi minyak dunia pada akhir abad ke-19.

     2.   Pembentukan Minyak Bumi
      Minyak bumi di kenal dengan sebutan bahan bakar fosil. Minyak bumi merupakan bahan bakar yang berasal dari fosil jasad renik organisme yang hidup di lautan. Ketika organisme tersebut mati, sisa-sisa tubuhnya akan mengendap di dasar lautan dan tertutupi lumpur. Pengaruh tekanan dan temperatur tinggi mengubah lumpur menjadi lapisan bebatuan. Setelah jutaan tahun, bakteri anaerob akan menguraikan sisa-sisa organisme tersebut dan mengubahnya menjadi minyak bumi. Seiring dengan terjadinya reaksi penguraian, gas alam pun terbentuk. Gas alam terletak di atas lapisan minyak bumi.
Minyak bumi tersebut terperangkap diantara lapisan batuan di dasar lautan. Minyak bumi dapat berpindah dari suatu daerah ke daerah lain dan terdeposit di suatu tempat jika terhalang oleh lapisan yang kedap zat cair dan gas (impervious layer).
Proses terbentuknya minyak bumi dijelaskan berdasarkan dua teori, yaitu:
a.       Teori Anorganik
       Teori Anorganik dikemukakan oleh Berthelok (1866) yang menyatakan bahwa minyak bumi berasal dari reaksi kalsium karbida, CaC2 (dan reaksi antara batuan karbonat dan logam alkali) dan air menghasilkan asetilen yang dapat berubah menjadi minyak bumi pada temperatur dan tekanan tinggi.
CaCO3 + Alkali CaC2 + HO HC = CH Minyak bumi

b.      Teori Organik
       Teori Organik dikemukakan oleh Engker (1911) yang menyatakan bahwa minyak bumi terbentuk dari proses pelapukan dan penguraian secara anaerob jasad renik (Mikroorganisme) dari tumbuhan laut dalam batuan berpori.

     3.   Komposisi Minyak Bumi
Komposisi minyak bumi dikelompokkan ke dalam empat kelompok, yaitu:
A.      Hidrokarbon Jenuh (alkana)
1.      Dikenal dengan alkana atau parafin
2.      Keberadaan rantai lurus sebagai komponen utama, sedangkan rantai bercabang lebih sedikit
3.      Senyawa penyusun diantaranya:
a.        Metana CH4
b.       Etana CH3 CH3
c.        Propana CH3 CH2 CH3
d.       Butana CH3 (CH2)2 CH3
e.        Heptana CH3 (CH2)5 CH3
f.                    Iso oktana CH3 - C(CH3)2 CH2 CH (CH3)2

B.      Hidrokarbon Tak Jenuh (alkena)
1.      Dikenal dengan alkena
2.      Keberadaannya hanya sedikit
3.      Senyawa penyusunnya:
a.       Etena, CHCH2
b.      Propena, CH2 CH CH3
c.       Butena, CH2 CH CH2 CH3

C.      Hidrokarbon Jenuh berantai siklik (sikloalkana)
1.      Dikenal dengan sikloalkana atau naftena
2.      Keberadaannya lebih sedikit dibanding alkana
3.      Senyawa penyusunnya :
a.       Siklopropana
b.      Siklopentana
c.       Siklobutana
d.      Siklopheksana

D.     Hidrokarbon aromatik
1.      Dikenal sebagai seri aromatik
2.      Keberadaannya sebagai komponen yang kecil/sedikit
3.      Senyawa penyusunannya:
a.       Naftalena                                                      
b.      Benzena
c.       Antrasena
d.      Toluena

E.      Senyawa Lain
1.      Keberadaannya sangat sedikit sekali
2.      Senyawa yang mungkin ada dalam minyak bumi adalah belerang, nitrogen, oksigen dan organo logam

 

1 komentar: